Perhimpunan Pelajar Indonesia – UK

16938471_10155060662363518_6692306015338642640_n

Fiuh! Saya baru pertama kali jaga booth dan ternyata…capek ya sodara-sodara hahahah. Jadi saya dan teman-teman PPI UK buka booth di salah satu acara wajibnya British Council, yaitu Education Fair yang bertempat di Fairmont Hotel Jakarta, Senayan. Acaranya hari ini dan besok, di mulai dari jam 12-6 sore.

Nah, sebelum saya pergi ke luar negeri, saya tuh gak tau kalo ada yang namanya Perhimpunan Pelajar Indonesia atau PPI yang ternyata ada di seluruh dunia! Kayak dulu pas di Malaysia, Indonesian Society di kampus saya itu namanya KOMANDO’45 yang scope kami dibawah PPI Malaysia. Kalo di US kata papa saya beda, namanya tuh PERMIAS (Persatuan Mahasiswa di Amerika Serikat). Tapi  yang paling di kenal kayaknya PPI karena sampe ada PPI Dunia segala karena saking ke seluruh dunianya. Kalo pernah nonton film Rudy Habibie, ya seperti itulah sekiranya PPI. Cuma ya gak sedrama itu ya hehe, cek cok pasti ada tapi masih dalam level normal.

Oke sebelum lebih jauh, saya mau jelasin dulu nih apasih PPI? Tugasnya ngapain? Seru gak? Siapa aja yang boleh ikutan? Persyaratan ada? Satu-satu akan insha Allah saya coba jawab ya

PPI adalah non-profit organization yang bertujuan untuk menjadi wadah seluruh pelajar Indonesia di luar negeri. Jadi kita itu semacam ambassadornya lah. Kita pun sering partner-an sama kedutaan atau Indonesian company yang memiliki cabang di negara tersebut.

PPI itu terbagi menjadi PPI Cabang (pengurus setiap kota) dan PPI pusat seperti PPI UK ini. Sistem mudahnya, PPI cabang (PPI Newcastle, PPI London, PPI Bristol dsb) itu seperti Osis dan PPI UK adalah MPK yang dimana kita semua gak hanya punya program kerja sendiri, tapi juga ikut andil dalam membantu teman-teman PPI cabang ngurusin acara mereka. Misalkan, PPI Newcastle buat acara pekan olahraga. Mereka butuh bantuan PPI UK untuk bantuin nyebarin ke kota-kota lain. Bisa banget lewat bantuan PPI UK.

Untuk proker dari PPI UK sendiri itu banyak banget, karena setiap bidang wajib punya proker andalan yang nantinya di pertanggung jawabkan kelancarannya di akhir jabatan. Saya waktu itu menjabat sebagai anggota Seni Budaya, nah tugas saya dan team adalah ngebuat acara Seni Budaya yang di adakan di 3 wilayah di Inggris, Utara, Tengah dan Selatan. Gak hanya itu, kita juga ada proker program bahasa, yang dimana beberapa PPI cabang kita tawarkan untuk buat kelas bahasa. Untuk pengajar dan materi nantinya akan di persiapkan dari PPI UK, sementara PPI cabang yang akan eksekusi programnya. Ada juga program Oi Mate! Dimana tim PPI Cabang masing-masing kota akan bantu untuk menjemput calon-calon murid baru di bandara. Jadi gak bakal nyasar dan takut karena sendirian. Kira-kira begitu lah contohnya.

PPI juga selalu ngadain acara meet and greet, yang dimana acara tersebut bertujuan untuk anak-anak baru buat ketemuan dan saling kenal sama orang Indonesia yang ada di kota tersebut. Biasa sih gak hanya student yang dateng, bahkan bapak-bapak dan ibu-ibu yang emang udah tinggal lama disana suka datang dan buka lapak hehe. Seru jadi baru sampe udah makan nasi pecel, sate padang atau soto betawi.

Saya juga gak hanya aktif di PPI UK, tapi pas PPI Newcastle ada acara annual mereka yaitu Discover Indonesia, saya ikut membantu jadi guru pengajar tari dan juga tampil saat acara. Kontribusi sebanyak mungkin deh buat ngebawa nama Indonesia harum ๐Ÿ˜€

Cara masuknya adalah, biasa setiap tahun dibuka OPEN RECRUITMENT, biasa tuh agak menuju akhir tahun. Kita di haruskan mengirimkan CV dan ada juga interview via Skype. Tujuan dari persyaratan tersebut adalah, karena yang pengen masuk jadi anak PPI UK itu banyak banget. Terbuka untuk seluruh pelajar di seluruh UK. Fungsinya lebih ke pilah-pilih kandidat terbaik untuk posisi yang sesuai. Ada divisi seni budaya, minat dan bakat, external, dan lain sebagainya.

Kerennya lagi kita punya yang namanya Radio PPI UK, jadi kalo lagi ngerjain tugas sambil dengerin lagu Indonesia plus yang jadi radio announcer itu anak-anak student Indonesia, otomatis seru banget dengerinnya. Bisa request lagu pula! Mantep banget deh hehe

Kalo ditanya seru apa engga? Seru bangetttttt!!!! Ikutan aktif di organisasi kayak gini tuh gak hanya ngelatih skill kita buat berorganisasi, tapi juga dapet banyak koneksi yang luar biasa dan pengalaman yang gak bisa di lupain. Justru sekolah di luar negeri tapi gak berkontribusi apa-apa kalo buat saya rasanya sayang aja, kurang greget gitu hehe.

Bagi yang pengen ikut, terbuka kok untuk semua pelajar. S1, S2, PHd, diploma apapun bisa banget daftar buat jadi anggota PPI ๐Ÿ™‚

Nah, bagi yang penasaran banget pengen tau gimana sih sekolah di UK, pengalaman langsung dari alumni, mau tanya soal PPI, bisa banget dateng besok jam 12-6 sore di Fairmont Hotel, Senayan. Cari booth PPI UK yang berlokasi di lantai 3 yaa ๐Ÿ™‚


Sampai jumpa!

Advertisements

6 Alasan Kenapa Kuliah di Newcastle University

Sebentar lagi tuh udah mau bulan September aja ya, waktunya intake baru buat para mahasiswa dan mahasiswi yang berencana sekolah, terutama di luar negeri. Dulu saya juga ambilnya yang September Intake karena emang jurusan yang saya mau gak membuka January Intake. Lagi semua berkas juga udah lengkap, ngapain di tunda sekolahnya?

Masih inget banget gimana beloknya rencana awal yang harusnya kuliah di Boston University, Amerika. Sampe saya udah ambil les TOEFL dan belajar intense sendiri buat ambil tes GRE (Graduate Record Examinations) yang terkenal akan kesusahannya. Memang kalau mau kuliah di US untuk undergraduate di haruskan lulus tes SAT dan postgraduate adalah GRE sebagai standarisasinya admission requirement. Isinya tuh verbal reasoning, quantitative reasoning, analytical sama critical thinking skill. Bahkan sampe admission officenya Boston University udah nanyain saya jadi masuk gak karena memang sedikit lagi saya keterima

Tapi lagi-lagi manusia cuma bisa berencana dan selebihnya Allah yang bertindak mana yang terjadi, mana yang engga, mana yang baik buat si anu, mana yang eh jangan deh jalan yang ini. Which always happened to my life a couple of times dan saya sangat bersyukur akan lika-liku kehidupan ini *caelah*.

Okey back, jadi akhirnya saya pilih kuliah di Inggris karena waktunya yang jauh lebih pendek ketimbang di US. Intinya bisa save time dan tentunya money dong secara saya gak sempat buat daftar LPDP huhu. Di Inggris kuliah itu hanya setahun, sementara normalnya di negara manapun S2 adalah dua tahun. Okelah setelah pertimbangan yang cukup memusingkan saya belok arah ke Inggris dan cukup pusing ngurusin admissionnya yang kayak dokumen, tes IELTS, motivational letter, references, dan sebagainya. Untuk lebih jelas akan persiapannya bisa baca di blog yang INI ya

Awalnya saya ada tiga pilihan, Birmingham, Leeds dan Manchester University. Pokoknya semua kampus yang saya pilih maunya under Russell Group, yaitu sebuah asosiasi official untuk Public Research University terkemuka di Inggris. Membernya pun ada sekitar 24 Universitas terkenal kayak University of Cambridge, Oxford, LSE (London School of Economics) dan salah satunya yaitu Newcastle University. Bagi yang mau ambil LPDP, hanya bisa masuk Universitas Negeri yang tertera di list ya, kalo kayak private Uni gitu gak bisa. Masuk di salah satu Universitas yang ada di dalam listnya Russell Group lumayan susah juga, karena mereka gak sembarangan nerima murid dong supaya kredibilitas nama kampus tersebut tetep numero uno.

Sayangnya, dari ketiga pilihan saya di atas itu semuanya udah tutup pendaftarannya ๐Ÿ˜ฆ Karena emang saya juga memutuskan untuk belok ke Inggrisnya mepet. Akhirnya saya research lagi dan ketemulah antara Newcastle University atau Coventry. Buat bisnis emang lagi booming dan popular banget buat belajar di Coventry University.

Nah, tapi setelah saya cari tau Newcastle jauh lebih unggul. Kenapa? Here’s why:

  1. Gedung kampusnya keren! Terkenal dengan Red Old Bricksnya buat main campus tentunya berasa dong kuliah di Inggrisnya. Cuma karena saya di Business School yang kampusnya modern jadi berasanya kayak kuliah di Private Uni hehe. Tapi sering kok saya belajar atau main ke main campus buat make fasilitasnya
  2. Kotanya kecil tapi indah banget, perpaduan modern dan old city at the same time
  3. MURAH BANGEEET karena letaknya yang ada di up north, ujung-ujungan sama London. Disini makan ยฃ5 aja udah bisa kenyang, di London mah cuma dapet plastiknya kali hahaha
  4. Under Russell Group, which is sangat tersohor sebagai asosiasi terbesar dan terkemuka untuk edukasi seantero Inggris Raya
  5. Banyak International Students. Yup jadi gak perlu takut di rasis-in atau apa, karena kota ini bergerak atas jasanya International Students. Jadi mereka sangat menghargai kita para pendatang
  6. The best city for its night life hahaha. Gak sih gak karena itu saya milihnya, tapi bagi yang suka Clubbing atau Party, you come to the right place mate ๐Ÿ™‚

Jadi bagi yang lagi galau mau kuliah di Inggris dan bingung mau kuliah dimana, mungkin bisa coba di cek Newcastle University, siapa tau cocok ๐Ÿ™‚

Mau tau rasanya hidup di Newcastle kayak apa? Bisa cek di link ini yaa

Bisa juga cek YouToube channel saya di Amanda Pahlawan TV yang menceritakan soal student’s life di Newcastle. Don’t forget to subscribe as well ๐Ÿ™‚

Semangat dan semoga cocok dengan sekolahnya nanti!

Islam di Newcastle Upon Tyne

IMG_4595

Semenjak teror bom dan ancaman ISIS mengancam Eropa semakin kuat gaungnya, saya jadi tertarik buat nyari tau gimana sih sebenernya kehidupan Muslim di kota tempat saya belajar ini. Salah satu alasan saya memilih Newcastle pada mulanya karena setelah saya mencari tahu, Newcastle terkenal akan kota pelajarnya, seperti Yogyakarta di Indonesia. Jadi saya berpendapat keamanan udah pasti lebih ya karena se-kota itu kan isinya kebanyakan pelajar. Terlebih lagi gak bisa di pungkiri, kekhawatiran akan Islamophobia semakin menguat dari kalangan Non-Muslim dan lantas bagaimana kehidupan muslim yang berada di negara atau kota tersebut? Apakah rasisme adalah hal biasa yang di hadapi para muslim yang tinggal di kawasan itu?

Kebetulan sekali pas saya ngecek Facebook, ada salah satu teman ngepost mengenai salah satu acara tahunan Islamic Society (ISOC) nya Newcastle, yaitu Discover Islam Week. Acara ini bermaksud untuk memperkenalkan Islam lebih jauh kepada Non-Muslim bahwa, hey media itu suka berlebihan loh! Kami Muslim cinta kedamaian dan agama kami Indah. Bagi yang mau bertanya, mendalami agama Islam lebih jauh atau hanya sekedar ingin mencicipi free refreshment juga dipersilahkan hehe

Langsung lah saya datang, sepertinya hari ke-dua dan saat itu niat saya hanya untuk bikin henna (tanaman yang jika diambil zat pewarnanya bisa digunakan untuk hiasan di tangan, biasanya digunakan oleh pengantin saat dia menikah) gratis pula siapa yang enggak mau! Saat saya menunggu giliran, saya mengajak ngobrol salah satu panitia yang duduk di seberang saya. Sepertinya orang Arab mungkin keturunan Persia atau Iran.

Namanya Nazia dan orangnya sangat periang. Gak berapa lama kami udah ngobrol asyik layaknya teman lama. Sampai akhirnya saya mengajak dia berdiskusi tentang bagaimana Islam di Newcastle. Untuk Nazia, tidak ada perbedaan. Mungkin karena dia enggak pakai hijab jadi orang pun tidak tahu dengan seketika agama dia yang sebenarnya. Lanjutnya lagi, Islamic Society disini terbilang kuat dan solid. Bisa saya lihat sih bagaimana setiap panitia saling kenal dekat satu sama lain.

IMG_4582

Say Hi to Nazia!

Akhirnya karena yang buat henna gak kunjung datang saya mengurungkan niat dan lebih memilih untuk berkeliling tenda. Sambil mencicipi Sambosa yang di sediakan, ada salah satu panitia menghampiri saya. Namanya Mariam. Ternyata seumuran tapi udah berkeluarga, hebat. Lalu setelah berapa lama kami berbincang, akhirnya saya bertanya mengenai pandangan dia akan Islam di Newcastle. Menurut Mariam, karena dia berhijab mudah bagi orang mengenalnya sebagai Muslimah. Mudah juga bagi yang ingin melakukan tindakan gak enak oleh Non-muslim yang terkena Islamophobia untuk memandang dia dari atas sampai bawah. Tapi sejauh ini tidak ada yang secara verbal menghina atau mengganggu secara fisik, Alhamdulillah. Cuma ketegangan itu terasa lebih kuat katanya, sejak bom dimana-mana merajalela. Gak terasa kami udah ngobrol hampir satu jam dan saya harus pamit undur diri karena harus segera pergi ke kelas.

img_4591-1

Mariam menyuruh saya ikut Hijab Challenge sampai akhirnya saya pakai Hijab betulan hehe. Ceritanya bisa disimak disini

IMG_4583IMG_4584IMG_4585IMG_4586IMG_4587IMG_4588IMG_4589IMG_4590

Sepanjang perjalanan menuju kampus, saya kembali terngiang akan percakapan saya dengan Nazia dan Mariam. Sungguh terasa sekali perbedaan pengalaman antara Muslimah yang berhijab dan tidak berhijab. Sempat saya bertanya kepada beberapa teman Indonesia yang juga pelajar mengenai pandangan mereka tentang Islam di Newcastle dan bagaimana perilaku Non-Muslim terhadap muslim itu sendiri.

Menurut Karina, selama dia tinggal di Newcastle gak pernah tuh ada yang rasis sama dia. Padahal sebelum datang ke UK, banyak pemikiran-pemikiran tentang kemungkinan buruk bakal terjadi. Untuk soal Kota nya sendiri, Karina berpendapat bahwa Newcastle lebih nyaman untuk menjadi tempat tinggal ketimbang kota lain yang sedikit Muslimnya. Lanjutnya lagi, Karina merasa bahwa rasisme itu bisa aja datang dari diri kita sendiri, bukan dari lingkungan. Pemikiran kita yang terlalu jauh (over thinking) akan pendapat orang lain sangat berpengaruh kepada bagaiman kita melihat perilaku orang lain terhadap kita.ย Pengalaman yang sama juga dirasakan oleh Dilla, selama ini gak pernah ada masalah karena menjadi seorang muslimah dan muslim di Newcastle menurutnya ramah, kalau berpapasan saling tersenyum dengan sesama pemakai hijab. Teman-teman kelas Dilla yang Non-Muslim juga semua baik-baik saja.

Karina dan Dilla sepakat Newcastle adalah kota yang ramah untuk Muslim, dikarenakan banyaknya toko dan restaurant halal yang hampir bisa di temukan di setiap sudut kota. Tapi kebanyakan pusatnya ada di daerah Fenham, dimana mulai dari restaurant sampai supermarket halal bisa di temukan disana. Banyak pula komunitas Arab dan Asia yang tinggal di daerah Fenham karena harganya yang relatif terjangkau. Saya pun setuju, sering kali saya pergi ke Fenham hanya untuk mencicipi salah satu Kebab ter enak yang pernah saya makan di UK. Bahkan yang di London yang sekalipun kalah hehe.

DSC03709DSC03711DSC03713

Daerah Fenham yang dipadati shoppers

DSC03730

Salah satu restaurant yang terletak bukan di daerah Fenham

Urusan menghadap Allah swt, Newcastle pun termasuk ramah akan prayer room, masjid dan multi faith atau quiet room. Untuk masjid Newcastle memiliki beberapa, yang biasa orang tau dan dekat dengan city centre adalah Masjid yang terletak di dalam kompleks Newcastle University. Masjid lainnya ada di daerah lain yang biasa di gunakan oleh masyarakat sekitar. Bahkan mall terbesar (Intu Metro Centre) memiliki quiet room yang, Subhanallah saya sangat tertegun karena jauh lebih bagus ketimbang musholla yang ada di mall Malaysia.

IMG_9206IMG_9205IMG_9204

Masjid Newcastle University

IMG_4714IMG_4715IMG_4717IMG_4718IMG_4719

Quiet room di Intu Metro Centre yang terletak di seberang bus station

Namun, gak berapa lama saya dengar ada perempuan arab berhijab yang memang asli orang Newcastle mendapat pengalaman gak enak saat dia naik metro. Entah mengapa ada laki-laki yang terus menghina dia dengan alasan karena perempuan ini muslimah dan berhijab. Tapi pengguna kereta lainnya membela si perempuan ini dan saat kereta berhenti di salah satu stasiun, lelaki ini langsung di laporkan ke pihak yang berwajib.

Memang, tindakan gak enak dari para Non-Muslim yang terlalu mudah menelan informasi media bisa saja ditemukan dimanapun. Tapi untuk seorang muslim atau muslimah penting untuk di ketahui bahwa menunjukkan sikap yang ย baik kepada siapa saja itulah yang dapat mempengaruhi cara pandang Non-Muslim, terlebih yang Islamophobia.

**Thank you so much Nazia, Mariam, Karina and Fadilla for your contribution of thoughts**