Moving again! This time? Singapore!

Memang sepertinya sudah jalan hidup saya ya buat pindah-pindah negara setiap dua tahun sekali hahaha. Setelah pulang dari Inggris tahun 2019 akhir, pas banget COVID-19 datang dan mengharuskan saya untuk stay di Indonesia dari 2019 akhir sampai 2021. Sampai saat ini pun Covid masih parah dan terlihat semakin ganas. Ternyata tidak menutup kemungkinan untuk kami kembali pindah ke negara lain. Yup, kali ini keluarga kami pindah ke negara yang selama ini gak pernah sebelumnya terbayangkan untuk kesana, Singapur.

Sebelumnya saya sudah mulai beradaptasi kembali untuk tinggal di Indonesia, mulai dari menata kehidupan sosial, kemana kalau pergi berbelanja, sampai sekitar awal mula 2020 saya bisa menjadi local product brand influencer selama tinggal di Indonesia. Saat itu saya merasa mungkin sudah waktunya untuk permanen di Indonesia, tidak akan pindah ke Luar Negeri. Memulai lagi itu berat, tidak hanya untuk kami berdua tentunya untuk si kecil yang sekarang sudah semakin paham akan keluarga besar di Indonesia. Nyatanya, here i am, in Singapore dan sudah sebulan kami tinggal disini.

Persiapan pindah kami cukup singkat, mulai dari mengurus dependent visa sampai packing barang yang bikin pusing. Belum lagi anak kami semakin besar yang dimana dia sudah mengerti konsep “rumah” dan “keluarga”, khawatir akan merasa homesick saat sudah sampai di Singapur.

Pengurusan dependent visa Singapur kami berbeda dengan saat kami di Inggris, tidak serumit Inggris, tetapi untuk pengurusan dependent visa anak kami cukup banyak menyita waktu dan tenaga. Pemerintah Singapura mengharuskan kami untuk mempersiapkan bukti hasil vaksinasi anak lengkap mulai dari bayi sampai saat ini umurnya sudah hampir 4 tahun. Permasalahannya adalah anak kami lahir di Inggris, dan data vaksinasi tersebut harus di tinjau ulang oleh dokter anak di Indonesia. Data vaksinasi tersebut juga wajib untuk di tanda tangani oleh dokter bersangkutan. Jadilah saya bolak balik ke rumah sakit untuk pengurusan dokumen vaksinasi yang cukup memakan waktu. Anak saya tidak dapat membuat visa apabila dokumen lengkap vaskinasi bertanda tangan dokter Indonesia belum di submit dan mendapat approve dari pemertintah Singapura.

Akhirnya sekitar 3 bulan visa kami rampung dan kepergian kami menuju Singapura semakin mendekat. Corona semakin mengganas akibat varian Omicron yang saat ini semakin mengkhawatirkan, maka dari itu kami mempercepat kepergian kami agar tidak ada penutupan perjalanan international antara Indonesia dan Singapura.

Singkat cerita, here we are, di salah satu negara yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya untuk menjadi tempat perantauan sementara, menorehkan cerita bahagia perjalanan keluarga kecil kami. Bahkan suami belum pernah ke Singapur sebelumnya dan… ternyata kami harus tinggal disini untuk sementara waktu. Rahasia Tuhan memang lucu 🙂 terlalu misterius dan mengejutkan

Semoga Singapura dapat menjadi negara ke dua pembawa berkah seperti saat di Inggris dulu

Cheers from us!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: