Fitnah Kejam Manhaj Salaf Pada Akhir Zaman

*Blog ini terinspirasi dari postingan berikut*

Beberapa bulan ini emang saya lagi getol-getolnya belajar agama.  Salah satu pemahaman yang saya baru kenal dan semakin bikin tertarik adalah Manhaj Salaf. Manhaj sendiri berarti tata cara, sementara Salaf berarti orang-orang terdahulu. Simpelnya sih yang ikut Manhaj Salaf ini biasa di sebut Ahlus sunnah wal jama’ah, yaitu mengikuti metode dan tata cara yang memang murni dari ajaran Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wasallam beserta para sahabat. Jadi memurnikan ajaran agama Islam yang sering kali udah terkontaminasi oleh rekayasa ulama/ustadz dengan ibadah yang tidak ada contoh, ditambah-tambah dengan hadits yang dho’if (lemah), bahkan tidak ada. Sunnah ini mengajarkan kita untuk balik lagi ke ajaran murni Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, jadi harus ada dalil yang jelas beserta contoh nyata dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

“Qolallahu  Wa Qola Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wasallam”

Nah, biasa yang ikut sunnah ini tuh disebutnya wahabi, diambil dari tokoh yang memulai pemahaman ini yaitu Muhammad Bin Abdul Wahab. Menurut penganalisaan saya sendiri *cie* mengenai tanggapan orang soal wahabi itu rata-rata jelek. Kenapa jelek? Karena banyak yang ngeliat paham ini tuh sering membid’ah (menganggap beberapa perilaku dikerjakan tanpa contoh dan hadits shahih) kan suatu ibadah seperti dzikir bersama, tahlilan, perayaan maulid nabi, ziarah kubur dan lain sebagainya. Padahal setiap ibadah yang gak ada contoh tuh ya sesat kan. Gak hanya itu, orang juga kebanyakan ngeliat seseorang wahabi atau bukan itu dari hijab syar’i dan cadar untuk wanita, dan celana cingkrang plus jenggot buat yang lelakinya. Ada kesan dimana yang ikut pemahaman ini tuh sesat, teroris dan sering mengkafirkan orang di luar pemahaman tersebut. Gak hanya itu, terkenal pula di kalangan orang banyak kalo kajian sunnah sering kali mentahdzirkan ustadz, jadinya sering berantem antar ustadz. Arti tahdzir itu biasa semisal ada ustadz yang sekiranya pemahamannya itu keliru, akan di tegur untuk di luruskan oleh ustadz dan ulama lain. Ini pun terjadi di luar manhaj salaf kok, jadi gak hanya sunnah aja. Semua pemahaman yang salah memang harus di luruskan bukan? Terdengar pula oleh saya, orang yang udah ikut kajian sunnah jadi kayak gak bisa hidup. Gak boleh dengerin musik, gak boleh nonton di bioskop, gak boleh ini gak boleh itu jadilah terlihatnya “menyiksa”. Apalagi ada yang membenarkan seorang wanita untuk “membungkus auratnya” ketimbang “menutup auratnya” dan lebih memikirkan ibadah ketimbang menutup aurat. Naudzubillahiminzalik.

Jangan olok

Adapun beberapa masjid di Jakarta sudah terbilang “Nyunnah” banget dengan mayoritas Ustadz yang di undang untuk acara kajian adalah ustadz sunnah beken macem Ustadz Khalid Basalamah, Ustadz Subhan Bawazier, Ustadz Nuzul Dzikri, dan lain sebagainya. Paling hitz tuh masjid Al-Azhar undernya The Rabbanians setiap Rabu malam. Wih itu pesertanya emang anak muda semua dan seru banget! Plus ada bazaar pula banyak makanan enak wkwkwkwk *teteup*. Saya ketagihan deh setiap rabu kesana. Gak hanya itu, Nurul Iman yang di Blok M Square lantai 7 itu juga bagus-bagus dan emang rajin banget ngadain kajian rutin bersama ustadz sunnah.

Nah, saya sendiri emang orangnya penasaran dan gak bisa nerima nelen gitu aja apa yang orang bilang tanpa bukti nyata. Dalam Islam itu namanya Tabayyun, mencari tau terlebih dulu tanpa langsung Taklid (ikut-ikutan) tau apa yang dia ikutin. Gak papa ya saya masukin sedikit istilah-istilah dalam Islam biar sama-sama saling belajar hehe.

Anyway, akhirnya saya nyari tau apakah memang betul pemahaman ini menyeramkan, kajiannya menyimpang, bikin orang jadi teroris, kaku, mengkafirkan orang dan sebagainya. Saya cari tahu semua kajian-kajian di Youtube yang biasanya dibawakan oleh Asatidz (Ustadz-Ustadz) sunnah, saya sering menghadiri kajian-kajian yang di laksanakan di Masjid Sunnah, membaca buku-buku referensi, nanya ke orang-orang yang ilmunya tinggi dengan pemahaman yang pastinya juga udah jelas ya.

dan ternyata…..

Salah besar bro asli salah besar

Saya kaget banget, dengan ngikutin kajian sunnah, saya makin ngerasain indahnya Islam, indahnya beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala. Sebelumnya saya belum pernah ngerasain gimana sih serunya ke kajian, gimana sih nikmatnya sering beribadah, kok bisa ya orang itu rajin baca al-qur’an? Saya sering banget nanya pertanyaan itu di kepala sendiri. Akhirnya terjawab sudah, simpel banget…karena kita banyak gak tau tapi gak mau tau. Sering merasa sombong dengan ilmu yang masih seujung kuku, ngerasa udah yang paling tau padahal sejatinya kita masih jauh dari yang namanya “tau”, bahkan “paham”. Untuk itulah dalam Islam sangat di anjurkan untuk selalu merendah akan ketidak tauan ilmu dan selalu haus akan yang baru. Salah satunya biar kita paham apa yang orang bilang itu salah, jangan main “Iya tuh iya itu kan…blablabla” lalu dosa karena kita ngomong asal padahal gak tau yang sebenarnya.

Padahal yang harus di garis bawahi, pemahaman menyimpang semacam Syi’ah dan ISIS yang udah jelas banget ngaco dan bukan Islam itu yang harus di perangi. Kalo emang pemahamannya masih ngajak sholat 5 waktu, beribadah hanya kepada Allah subhanahu wata’ala, yang di contoh adalah Rasulullah shalallahu ‘Alaihi Wasallam serta Qur’an sebagai pedoman hidup ya jangan di bubarin dong kajiannya 🙂 Eh malah pake di perangin, padahal kita sesama saudara seiman loh.

Peristiwa ini bikin saya jadi makin ngenes, ngeliat ketika ada orang yang dilarang terang-terangan untuk datang ke kajian sunnah malah lebih di maklumi ketimbang berbuat maksiat di depan mata. Contoh gampang nih, ada orang yang anaknya penasaran pengen banget dateng ke kajian sunnah tapi di larang orang tuanya takut anaknya jadi teroris bercelana cingkrang dan berjenggot. Eh tapi giliran anaknya minta izin pergi pacaran, orang tuanya mengizinkan dengan senang hati bahkan sampai minjemin kendaraan buat pacaran. Padahal udah jelas dalam Islam gada pacaran, adanya langsung menikah biar gak terjerumus pergaulan bebas dan tenggelam dalam maksiat. Contoh lain, lebih simpel sih. Ada seorang istri yang lagi seneng banget sama kajian sunnah, tapi sayang suaminya melarang. Takut istrinya jadi berhijab syar’i, pakai cadar dan gak gaya lagi. Suaminya pun gak ngizinin dia pergi dan memilih istrinya buat pergi ke arisan dan menghabiskan waktu di mall layaknya ibu-ibu pada umumnya.

Banyak contoh-contoh lain yang asli saya liat dan denger sendiri dengan mata kepala saya terjadi dan itu bikin hati saya hancur sih. Sedih aja, kok ya orang bisa banget melihat sebuah kemaksiatan sebagai hal yang wajar dan lumrah, namun justru yang taat dan dekat dengan agama jadi keliatan jahat, tidak bersahabat dan mengerikan. Sebegitu parahnya kah orang yang dekat dengan agama pada zaman sekarang? Apakah saat ini berkelakuan buruk justru terlihat lebih mengesankan, gaul dan sukses ketimbang yang alim dan ahli ibadah? Astaghfirullahaladzim….

Saya jadi teringat dua hadits berikut yang menyatakan bahwa:

Dari Anas Bin Malik radhiyallahu’anhu, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Akan datang suatu zaman kepada manusia orang yang memegang agamanya di tengah mereka ibarat orang yang menggenggam bara-bara api”

** Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan selainnya. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash – Shahihah no. 957 lantara berbagai riwayat yang mendukungnya

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’ anhu, Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wasallam bersabda:

“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang yang asing (HR. Muslim no. 145)

Reference:

http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2017/03/04/49228/ketika-kajian-sunnah-lebih-menakutkan-daripada-kemaksiatan-di-depan-mata/#sthash.3CfRbfL0.UMJo3PHm.dpbs

https://rumaysho.com/10465-berbahagialah-orang-yang-terasing.html

Advertisements

16 thoughts on “Fitnah Kejam Manhaj Salaf Pada Akhir Zaman

  1. Kalo ngelihat sejarah Kristen (dan Katolik – karena pacar gue Katolik) juga ngerasa kadang sedikit sifat konservative itu perlu karena adanya batasan yang jelas, apalagi dari segi etika dan moral.. Melihat zaman sekarang banyak bgt orang yang demokrasi (kebebasannya) kebablasan ya, Man 😊

    1. Iya yaa tiap agama ktnya emang ada aliran ini aliran itu, pdhl sejatinya dari awal itu ya satu itu yang central. Semoga yang seiman gak saling ribut ya, ada yang lebih penting yg harus di urusin hahahah :p

      1. آمــين اَللّهُمَّ آمــين mbaa, yg susah itu tuu meninggalkan lingkungan terdahulu dn hijrah ke yg lebih baik. bismillah kita di permudah ya mba 🙂

  2. Thank you for sharing manda :). Ust. Subhan bawazier fave ku.. suka sengaja donlot di yutup, trs pindahin ke hp buat didengerin klo lg di jalan.

    Oot nih ya, kalau aku, trmsk yg gak peduli sih ust mana mana dikatain aliran apalah.. yg pasti klo itu isinya kebaikan, aku dgerin dan ambil kebaikan ilmunya.

    Smg semakin istiqomah ya man 🙂

    1. bagus banget ya beliau ceramahnya, buat anak muda pas banget. iya betul kita ambil yg baik dan jangan ambil yg gak baik, krn niat kita mencari ilmunya hehe.. aamiiin untuk mu juga yaa 😉

  3. Terima kasih sharingnya.. dari pengalaman dan pengamatan slm ini, ceritanya cukup pjg hehe, bila diibararkan karakter mgkn aku menyebutnya melankolis sempurna. Sama seperti Lativa pendapatku, sih. Apapun moga2 tetap dianugerahi kerendahan hati dan cinta sesama makhluk dlm menjalankan keyakinan..

  4. Alhamdulillah senang bacanya tanda2 kebangkitan islam akhir zaman dimana anak mudanya kembali bangkit seperti zaman rasulullah dahulu, jilbab yang dulu asing (pernah zaman sma foto ijazah diminta buka jilbab, alhamdulillah kita berkeras ga mau tetep bisa kok) sekarang jilbab sudah dimana2 🙂 kadang yang mahal itu adalah hidayah dan istiqomah. semangat ya dek

    1. iya mba betul, sepertinya semakin banyak anak muda yang semakin tertarik memperdalam Islam. Alhamdulillah. semangat untuk kita semua ya mba 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s