Islam di Newcastle Upon Tyne

IMG_4595

Semenjak teror bom dan ancaman ISIS mengancam Eropa semakin kuat gaungnya, saya jadi tertarik buat nyari tau gimana sih sebenernya kehidupan Muslim di kota tempat saya belajar ini. Salah satu alasan saya memilih Newcastle pada mulanya karena setelah saya mencari tahu, Newcastle terkenal akan kota pelajarnya, seperti Yogyakarta di Indonesia. Jadi saya berpendapat keamanan udah pasti lebih ya karena se-kota itu kan isinya kebanyakan pelajar. Terlebih lagi gak bisa di pungkiri, kekhawatiran akan Islamophobia semakin menguat dari kalangan Non-Muslim dan lantas bagaimana kehidupan muslim yang berada di negara atau kota tersebut? Apakah rasisme adalah hal biasa yang di hadapi para muslim yang tinggal di kawasan itu?

Kebetulan sekali pas saya ngecek Facebook, ada salah satu teman ngepost mengenai salah satu acara tahunan Islamic Society (ISOC) nya Newcastle, yaitu Discover Islam Week. Acara ini bermaksud untuk memperkenalkan Islam lebih jauh kepada Non-Muslim bahwa, hey media itu suka berlebihan loh! Kami Muslim cinta kedamaian dan agama kami Indah. Bagi yang mau bertanya, mendalami agama Islam lebih jauh atau hanya sekedar ingin mencicipi free refreshment juga dipersilahkan hehe

Langsung lah saya datang, sepertinya hari ke-dua dan saat itu niat saya hanya untuk bikin henna (tanaman yang jika diambil zat pewarnanya bisa digunakan untuk hiasan di tangan, biasanya digunakan oleh pengantin saat dia menikah) gratis pula siapa yang enggak mau! Saat saya menunggu giliran, saya mengajak ngobrol salah satu panitia yang duduk di seberang saya. Sepertinya orang Arab mungkin keturunan Persia atau Iran.

Namanya Nazia dan orangnya sangat periang. Gak berapa lama kami udah ngobrol asyik layaknya teman lama. Sampai akhirnya saya mengajak dia berdiskusi tentang bagaimana Islam di Newcastle. Untuk Nazia, tidak ada perbedaan. Mungkin karena dia enggak pakai hijab jadi orang pun tidak tahu dengan seketika agama dia yang sebenarnya. Lanjutnya lagi, Islamic Society disini terbilang kuat dan solid. Bisa saya lihat sih bagaimana setiap panitia saling kenal dekat satu sama lain.

IMG_4582

Say Hi to Nazia!

Akhirnya karena yang buat henna gak kunjung datang saya mengurungkan niat dan lebih memilih untuk berkeliling tenda. Sambil mencicipi Sambosa yang di sediakan, ada salah satu panitia menghampiri saya. Namanya Mariam. Ternyata seumuran tapi udah berkeluarga, hebat. Lalu setelah berapa lama kami berbincang, akhirnya saya bertanya mengenai pandangan dia akan Islam di Newcastle. Menurut Mariam, karena dia berhijab mudah bagi orang mengenalnya sebagai Muslimah. Mudah juga bagi yang ingin melakukan tindakan gak enak oleh Non-muslim yang terkena Islamophobia untuk memandang dia dari atas sampai bawah. Tapi sejauh ini tidak ada yang secara verbal menghina atau mengganggu secara fisik, Alhamdulillah. Cuma ketegangan itu terasa lebih kuat katanya, sejak bom dimana-mana merajalela. Gak terasa kami udah ngobrol hampir satu jam dan saya harus pamit undur diri karena harus segera pergi ke kelas.

img_4591-1

Mariam menyuruh saya ikut Hijab Challenge sampai akhirnya saya pakai Hijab betulan hehe. Ceritanya bisa disimak disini

IMG_4583IMG_4584IMG_4585IMG_4586IMG_4587IMG_4588IMG_4589IMG_4590

Sepanjang perjalanan menuju kampus, saya kembali terngiang akan percakapan saya dengan Nazia dan Mariam. Sungguh terasa sekali perbedaan pengalaman antara Muslimah yang berhijab dan tidak berhijab. Sempat saya bertanya kepada beberapa teman Indonesia yang juga pelajar mengenai pandangan mereka tentang Islam di Newcastle dan bagaimana perilaku Non-Muslim terhadap muslim itu sendiri.

Menurut Karina, selama dia tinggal di Newcastle gak pernah tuh ada yang rasis sama dia. Padahal sebelum datang ke UK, banyak pemikiran-pemikiran tentang kemungkinan buruk bakal terjadi. Untuk soal Kota nya sendiri, Karina berpendapat bahwa Newcastle lebih nyaman untuk menjadi tempat tinggal ketimbang kota lain yang sedikit Muslimnya. Lanjutnya lagi, Karina merasa bahwa rasisme itu bisa aja datang dari diri kita sendiri, bukan dari lingkungan. Pemikiran kita yang terlalu jauh (over thinking) akan pendapat orang lain sangat berpengaruh kepada bagaiman kita melihat perilaku orang lain terhadap kita.ย Pengalaman yang sama juga dirasakan oleh Dilla, selama ini gak pernah ada masalah karena menjadi seorang muslimah dan muslim di Newcastle menurutnya ramah, kalau berpapasan saling tersenyum dengan sesama pemakai hijab. Teman-teman kelas Dilla yang Non-Muslim juga semua baik-baik saja.

Karina dan Dilla sepakat Newcastle adalah kota yang ramah untuk Muslim, dikarenakan banyaknya toko dan restaurant halal yang hampir bisa di temukan di setiap sudut kota. Tapi kebanyakan pusatnya ada di daerah Fenham, dimana mulai dari restaurant sampai supermarket halal bisa di temukan disana. Banyak pula komunitas Arab dan Asia yang tinggal di daerah Fenham karena harganya yang relatif terjangkau. Saya pun setuju, sering kali saya pergi ke Fenham hanya untuk mencicipi salah satu Kebab ter enak yang pernah saya makan di UK. Bahkan yang di London yang sekalipun kalah hehe.

DSC03709DSC03711DSC03713

Daerah Fenham yang dipadati shoppers

DSC03730

Salah satu restaurant yang terletak bukan di daerah Fenham

Urusan menghadap Allah swt, Newcastle pun termasuk ramah akan prayer room, masjid dan multi faith atau quiet room. Untuk masjid Newcastle memiliki beberapa, yang biasa orang tau dan dekat dengan city centre adalah Masjid yang terletak di dalam kompleks Newcastle University. Masjid lainnya ada di daerah lain yang biasa di gunakan oleh masyarakat sekitar. Bahkan mall terbesar (Intu Metro Centre) memiliki quiet room yang, Subhanallah saya sangat tertegun karena jauh lebih bagus ketimbang musholla yang ada di mall Malaysia.

IMG_9206IMG_9205IMG_9204

Masjid Newcastle University

IMG_4714IMG_4715IMG_4717IMG_4718IMG_4719

Quiet room di Intu Metro Centre yang terletak di seberang bus station

Namun, gak berapa lama saya dengar ada perempuan arab berhijab yang memang asli orang Newcastle mendapat pengalaman gak enak saat dia naik metro. Entah mengapa ada laki-laki yang terus menghina dia dengan alasan karena perempuan ini muslimah dan berhijab. Tapi pengguna kereta lainnya membela si perempuan ini dan saat kereta berhenti di salah satu stasiun, lelaki ini langsung di laporkan ke pihak yang berwajib.

Memang, tindakan gak enak dari para Non-Muslim yang terlalu mudah menelan informasi media bisa saja ditemukan dimanapun. Tapi untuk seorang muslim atau muslimah penting untuk di ketahui bahwa menunjukkan sikap yang ย baik kepada siapa saja itulah yang dapat mempengaruhi cara pandang Non-Muslim, terlebih yang Islamophobia.

**Thank you so much Nazia, Mariam, Karina and Fadilla for your contribution of thoughts**

9 thoughts on “Islam di Newcastle Upon Tyne

  1. Blogwalking salam kenal.. menarik ya kehidupan muslim di Newscastle.
    semoga selalu damai dan jauh dari masalah…prihatin dg pemberitaan media akhir2 ini

  2. Orang2 cupet ada dimana aja mba. Keep positive aja.
    Aku sendiri non muslim, yang selama ini berinteraksi dengan aku orang muslim baik2. Mereka toleran sekali. Yang bikin khawatir di Indonesia justru yang radikal, bawa2 agama tapi menyebar issue ras & & perpecahan๐Ÿ˜ฆ.

    1. iyaaa banget mba๐Ÿ˜ฆ bawa nama agama buat bertindak seenaknya. tuuh yang ngebom2 juga pdhl di mana mana gada agama yang memperbolehkan kekerasan

      1. Betul itu. Tapi jangan ngerasa di intimidasi juga gara2 tindakan orang2 gila itu mba Ai. Kadang suka sedih liat temen yang muslim malah jadi ngerasa gak enak, itu bukan salah mereka dan bukan salah agama. Orang2nya yg psikopat๐Ÿ˜ฆ

      2. Iya mba Maya kok jadi kena Islam padahal semua agama mengajarkan hal yang sama๐Ÿ˜ฆ huhu. Harusnya kita walau beda agama harus lebih bisa stand strong biar yang gila itu smua jadi ngerasa kalah dan balik terintimidasi akan kekuatan persatuan semua kalangan. aamiinn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s