Teliti mencari makanan halal di Jepang

Dulu pergi ke Jepang cuma tau Babi doang tapi gak tau yang lain2 juga harus di perhatiin ya ternyata

catatan mama nisa

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah”. (QS. Al-Baqarah: 173)

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah…”. (QS. Al-Ma`idah: 3)

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Ma`idah: 90)

Ayat di atas sudah jelas menerangkan makanan dan minuman yang haram dikonsumsi muslim. Selama tinggal di Indonesia, saya nggak terlalu memperhatikan tentang ini, karena saya yakin Indonesia adalah negeri mayoritas muslim jadi insyaAllah makanan halal gampang ditemui. Tetapi di Jepang saya harus berhati-hati.

View original post 434 more words

6 thoughts on “Teliti mencari makanan halal di Jepang

  1. Kalau aku waktu research di Jepang kemarin, sering ajak temen lab yang asli Jepang. Dia yang ngasih tau mana pork dan bukan. Bahkan dia yg ngasih tau ke tukang masaknya biar dikasih makanan non-pork, dan minyak penggorengannya pun dipisahkan dari yang pork.

    Baik lagi, dia bikinkan tulisan di secarik kertas yang isinya permintaan untuk masakan non-pork yang bisa tak bawa kemana2 dan ditunjukkan ke tukang masaknya😀

    Selebihnya tentang daging yang ngga disembelih dengan nama Allah, wallahualam deh, soalnya ngga kuat banget kalo musti jadi vegetarian disana😀

    1. Asik banget ada temen di Jepang gitu. Bisa minta tolong pas makan. Soalnya saya cuma bisa baca hiragana dikiit dan ngomong bhs jepang juga seada-adanya. Kalo yang terlalu advance masih terbata2:/

      Iya katanya sih kalo traveler dikasi keringanan gitu yah.Yang penting bismillah aja😀

  2. Iya mbak, adikku dulu di korea sampe 3 hari ga makan nasi. Faktor adaptasi dan makanan halal agak jauh carinya. Untung ibuku udah nyiapain roti. Tapi ibuku nyesel knp ga disiapin makanan agak berat. Tapi untung dia survive ajah. salam aiko.

    1. Halo mbak salam kenal. Makasi ya udah mampir ke blog aku hehe

      Wah iya kalo adaptasi di negara lain, apalagi yang susah cari makanan halal emang challenging banget.

      Masi di korea mbak adeknya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s