Perenungan

Saya sadar saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Saya sering kali mengambil tindakan salah yang tak saya pikirkan apa dampaknya kedepan. Saya sering kali mencoba untuk mencari arti dari kehidupan namun lebih sering jatuh ke dalam kekosongan waktu. Cuma ada hampa.

Naluri saya sering meyakinkan saya bahwa hidup ini hanya singgahan sementara. Apa yang saya khawatirkan pada akhirnya hanya tertulis di dalam jurnal diri saya oleh Tuhan. Akan tetapi jiwa saya menginginkan kejelasan. Apa sebenarnya yang saya lakukan disini? Untuk apa saya hidup? Apa yang akan terjadi kedepannya? Dan masih banyak lagi pertanyaan di benak saya.

Hati ini masih gusar dan sepi. Perjalanan masih panjang. Namun seiring jalannya waktu cahaya kebenaran akan bersinar dengan sendirinya dan menoreh senyum dalam hati yang muram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s